Kamis, 09 Juni 2011

program mahasiswa wirausaha


PROPOSAL STUDY KELAYAKAN USAHA
PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA
TAHUN ANGGARAN 2011











NAMA USULAN USAHA :
USAHA GORENGAN
BERBUMBU COMAL COMEL

Oleh :

1.            Yogi Arianda (0801063013 – Administrasi Niaga)
2.            Barlian Perdamaian (0801063031 – Administrasi Niaga)
3.            Randika Remario (0801063040 - Administrasi Niaga)
4.            Witya Mandawiputri (0901063016 – Administrasi Niaga)
5.            Vhiera Pesselpa (0901063002 – Administrasi Niaga)



POLITEKNIK NEGERI PADANG
TAHUN 2011
KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Proposal “Usaha Gorengan Berbumbu Comal Comel” .
Usaha Kecil Menengah dalam pengembangnya diperlukan Studi Kelayakan Proyek walau dalam skala kecil dan sederhana,hal ini dilakukan untuk menghindari keterlanjuran penanaman Modal yang ternyata tidak menguntungkan (Suad Hasan,Suwarsono Muhammad,”Studi Kelayakan Proyek”,UPP AMP YKPN).
Proposal ini kami ajukan untuk mendapatkan dana bantuan program mahasiswa wirausaha. Usaha ini akan kami dirikan di kota Padang tepatnya di daerah Pasar Baru yang merupakan daerah yang ramai karena berada dekat dengan kampus Unand dan dekat dengan tempat kos mahasiswa.
Usaha yang kami dirikan ini adalah sebuah usaha baru di kota Padang yang merupakan pengembangan dari usaha gorengan biasa. Kami mengajukan proposal ini juga untuk mengetahui kelayakan dari produk kami.
Untuk menjalankan usaha ini kami membutuhkan dana yang cukup besar untuk dijadikan modal awal yaitu kurang lebih 30.000.000. Untuk itu kami sangat berharap bisa mendapatkan bantuan modal untuk usaha yang akan kami jalankan ini.
Semoga paparan yang ada di dalam proposal ini akan memberikan gambaran atau informasi kepada pihak-pihak yang berkompeten sebagai bahan pertimbangan untuk membantu dalam pengembangan usaha ini.


                                                                                    Padang, 11 Mei 2011



                                                                              Evolution Group

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
RESUME

BAB I             PENDAHULUAN

BAB II             ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

BAB III            ASPEK PRODUKSI

BAB IV                        ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI

BAB V             ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN

PENUTUP



















RESUME

Evolution Group adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang agroindustri makanan. Jenis usaha makanan merupakan usaha yang sangat potensial untuk dikembangkan karena usaha ini tidak akan pernah mati sehingga perusahaan kami mencoba untuk mengusahakan produk gorengan dan bumbunya. Komoditi ini dipilih karena gorengan merupakan makan ringan/kudapan yang sudah tidak asing lagi di lidah orang Indonesia. Perusahaan kami mencoba untuk menambah nilai jual dari produk gorengan ini dengan cara menyajikan gorengan dengan variasi bumbu karena pada umumnya gorengan hanya disajikan dengan cabe rawit sebagai bumbu penyedapnya.
Produk gorengan yang diusahakan memiliki keunggulan kompetitif seperti ukurannya yang sedang tidak terlalu kecil dan tida terlalu besar, isi gorengan yang bervariasi seperti tahu, tempe, pisang, singkong, bala-bala, molen isi buah, dan gorengan isi berbagai macam tempura sehingga sekalipun berfungsi sebagai makanan ringan namun tetap bergizi. Keunikan lain yang ditawarkan adalah lewat bumbu yang bervariasi sebagai penambah rasa unik seperti bumbu rujak, caramel, mayonise, fruit pasta, keju bubuk, pasta keju, baberque, cabe bubuk, pasta cokelat. Produk gorengan berbumbu ini disajikan tanpa bahan pengawet, bersih, dan non kolesterol.
Pengembangan usaha ini dapat menciptakan persaingan pasar yang sehat dan agroindustri yang sehat serta bersih yaitu dengan cara peningkatkan mutu dan kualitas produknya, menumbuhkan budaya kreatif dengan cara peningkatan nilai produk (value added) pada industri makanan yaitu lewat penambahan bumbu yang memiliki variasi rasa, mampu menumbuhkan kemandirian dalam berwirausaha, memanfaatkan hasil-hasil pertanian untuk diolah lebih lanjut menjadi makanan favorit sehingga turut membantu dalam pemasaran komoditi pertanian serta dapat melestarikan makanan khas Indonesia.




BAB I

PENDAHULUAN


1.1.     Latar Belakang
Salah satu jenis usaha yang tidak pernah surut adalah usaha makanan. Usaha makanan ini memberikan peluang yang sangat besar untuk diusahakan. Apalagi makanan yang cocok dengan lidah konsumen.
Gorengan merupakan salah satu makanan selingan yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia dan cocok dengan lidah orang Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari menjamurnya penjual gorengan hampir di setiap jalan baik di wilayah perkotaan maupun di pedesaan, mulai dari pinggir jalan hingga mall dimana mulai dari anak-anak sampai orang tua suka membelinya. Gorengan itu sendiri adalah makanan yang semuanya diolah dengan cara digoreng, adapun makanan yang digoreng bermacam-macam dimana bahan bakunya berasal dari sayuran dan buah-buahan.
Gorengan disukai oleh masyarakat karena memiliki variasi isi dan rasa, renyah dan gurih saat dimakan, dapat menganjal perut yang lapar, mudah didapatkan, dan harganya relatif murah. Dari segi pengadaan bahan baku, proses pengolahan, sampai menjadi produk akhir pun tidak terlalu sulit. Hampir setiap orang mampu melakukannya. Gorengan akan menjadi lebih nikmat jika disajikan dalam keadaan hangat dan dilengkapi dengan cabe rawit sebagai pembuat rasa pedas. Hampir semua penjual menyediakan cabe rawit sebagai bumbu pelengkap bagi gorengnnya.
    Berangkat dari keadaan ini maka perusahaan melihat bahwa gorengan merupakan salah satu produk yang sangat potensial untuk diusahakan. Adapun gorengan yang akan diusahakan memiliki keunggulan kompetitif yaitu keunikan produk dimana gorengan dijual dalam ukuran sedang yaitu lebih besar dari ukuran gorengan standar yang ada di pasar. Selain itu isi gorengan yang dijual tidak hanya makanan yang seperti biasanya yaitu tahu, tempe, pisang, singkong, bala-bala tetapi juga kami menambahkan jenis yang berbeda seperti molen isi buah, dan gorengan isi berbagai macam tempura sehingga sekalipun berfungsi sebagai makanan ringan namun tetap bergizi. Keunikan yang ingin ditawarkan dari usaha gorengan ini adalah lewat bumbu yang bervariasi. Biasanya bumbu pelengkap pada saat memakan gorengan hanya dengan cabe rawit, tapi perusahaan mencoba memberikan sesuatu yang berbeda yaitu dengan menyajikan gorengan dengan bumbu yang bervariasi antara lain, bumbu rujak, caramel, mayonise, fruit pasta, keju bubuk, pasta keju, baberque, cabe bubuk, pasta cokelat. Melalui penambahan bumbu ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual gorengan dan dapat menambah kenikmatan pada saat mengkonsumsinya. Baik gorengan maupun bumbu dijual tanpa bahan pengawet dan rendah kolesterol serta bersih.
Dalam menjalankan usaha ini kami telah menyusun struktur organisasi, yaitu :
a.  Ketua                             : Yogi Arianda
b. Bagian Administrasi    : Witya Mandawiputri
c.  Bagian Keuangan         : Randika Remario
d. Bagian Pemasaran       : Barlian Perdamaian
e.  Bagian Produksi          : Vhiera Paselva

1.2.     Visi, Misi, dan Tujuan

VISI
Menjadi perusahaan agrobisnis yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen, memiliki produk yang bernilai tambah, berkualitas, sehat dan bergizi serta menumbuh kembangkan kewirausahaan yang kreatif dalam bidang makanan.

MISI
·    Perusahaan mengembangkan agroindustri makanan yaitu gorengan berbumbu.
·    Mengolah hasil-hasil pertanian menjadi makanan ringan yaitu gorengan.
·    Menghasilkan gorengan berbumbu yang sehat (rendah kolesterol), bersih, bergizi, dan enak.
·    Menambah nilai produk dengan menyediakan variasi bumbu yang unik.
·    Melakukan terus inovasi dalam peningkatan kualitas produk gorengan berbumbu.
TUJUAN
  Menciptakan persaingan pasar yang sehat dan agroindustri yang sehat dan bersih yaitu dengan cara peningkatkan mutu dan kualitas makanan ringan/kudapan sehingga mampu bersaing dengan makanan ringan lainnya.
  Menumbuhkan budaya kreatif dengan cara peningkatan nilai produk (value added) pada industri makanan.
   Menumbuhkan kemandirian dalam berwirausaha.
   Memanfaatkan hasil-hasil pertanian untuk diolah lebih lanjut menjadi makanan favorit sehingga turut membantu dalam pemasaran komoditi pertanian.
   Melestarikan makanan khas Indonesia.

1.3.     Uraian Rencana Perusahaan

Nama Perusahaan
Perusahaan ini bernama Evolution Group

Alamat Perusahaan
Usaha ini akan kami dirikan di daerah Pasar Baru, Padang.

Pemilihan Lokasi Produksi dan Penjualan serta Penempatan Fasilitas
          Perusahaan hanya memiliki satu tempat yang berbentuk outlet di Pasar Baru. Dimana outlet ini memiliki fungsi sebagai kantor, tempat produksi, sekaligus tempat penjualannya.
          Dipilih daerah Pasar Baru, karena daerah ini merupakan daerah pemukiman mahasiswa dan dekat dengan lingkungan kampus Unand. Outlet diletakkan di sekitar perumahan/kos mahasiswa karena dengan begitu mahasiswa yang menjadi target pasar dapat dengan mudah untuk mengunjungi outlet kami.
          Berdasarkan pertimbangan tersebut maka proses produksi, penjualan dilakukan di outlet tersebut untuk keefektifan dan keefisienan kinerja, serta penggunaan uang yang lebih tepat sebagai wirausahawan muda.
          Fasilitas yang digunakan adalah inventaris kantor seperti ATK, telepon, kursi plastik dan kursi. Sedangkan untuk inventaris peralatan produksi seperti refrigerator, peralatan makan, alat masak, gas, kompor.

1.4.     Keadaan Perusahaan dan Rencana Perluasan
Perusahaan ini merupakan perusahaan berskala kecil yang terdiri dari 5 orang pemilik dan 2 orang karyawan. Dimana Sistem organisasi yang digunakan dalam perusahaan kami adalah koordinasi.  Uraian tugas dan pendelegasian wewenang dalam struktur organisasi Evolution Group, antara lain: ketua, bagian administrasi, bagian keuangan, bagian produksi, bagian pemasaran, juru masak dan pramusaji.
Perusahaan ini hanya memiliki satu outlet yang berada di Pasar Baru. Outlet ini memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai kantor, tempat produksi, dan tempat penjualan. Outlet yang digunakan juga disewa pertahunnya. Lokasi outlet ini berada di Pasar Baru yaitu suatu wilayah yang dekat dengan kampus Unand dan kos mahasiswa yang merupakan tempat yang strategis untuk lokasi penjualan makanan.

 








BAB II

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


2.1. Tinjauan Umum
      Melalui segmentasi pasar ini, perusahaan berusaha membagi pasar yang luas dan heterogen ke segmen yang lebih kecil yang dampak dilayani lebih efisien , pas, dan sesuai dengan kebutuhan spesifik konsumen.

o   Geografis
Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dalam mengkonsumsi gorengan karena gorengan merupakan makan kudapan yang cocok dengan serela masyarakat Indonesia, mudah didapatkan, harganya relatif terjangkau, dan  dengan hadirnya produk ini (gorengan dan bumbunya) akan memberikan nilai tambah pada produk gorengan tersebut. Wilayah Pasar Baru merupakan wilayah yang dekat dengan kampus Unand dan kos mahasiswa dimana para mahasiswa biasanya mencari tempat makan atau tempat bersantai yang dekat dengan kampus atau kos.  Pasar Baru adalah tempat yang sangat strategis untuk berusaha makanan guna memenuhi permintaan pasar tersebut.
o   Demografi
Untuk segmentasi demografi yaitu memilah-milah pasar atas faktor who to buy, produk ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan masyarakat, dengan faktor usia antara 19-45 tahun. Untuk jenis kelamin ditujukan baik untuk wanita maupun pria. Dan untuk kelas sosialnya adalah menengah keatas. Yang menjadi dasar pemikiran mengapa akhirnya mengsegmentasikan pasarnya kepada mahsiswa adalah karena konsumen kategori ini cukup loyal akan suatu poduk jika mampu memuaskan selera mereka. Selain itu, mereka juga ingin merasakan sensasi yang berbeda dalam menikmati gorengan. Selama masih mempertahankan kualitas dan menawarkan prodsuk yang inovatif.

o   Psikografi
Untuk segmentasi psikografi yaitu memilah-milah pasar atas faktor why they buy, produk gorengan berbumbu ini hadir dengan menawarkan beberapa manfaat seperti makanan kudapan yang unik, enak, sehat dan bergizi karena kami menawarkan variasi bumbu yang berbeda yang tidak ditemukan ditempat lain, diproses dengan minyak non-kolesterol dan tanpa bahan pengawet, higienis dan bersih. Selain itu dengan mengkonsumsi gorengan bumbu ini dapat memenuhi kebutuhan/ gaya hidup konsumen yang menginginkan makanan yang cepat saji (praktis) dan efisien.
o   Perilaku
Untuk segmentasi perilaku yaitu memilah-milah pasar atas faktor how they buy, produk ini mudah untuk di dapatkan karena produk gorengan bumbu ini dijual di sekitar lingkungan kampus dan dekat dengan kos mahasiswa. Karena produk ini sesuai dengan selera masyarakat Indonesia, sehingga penerimaan masyarakat akan produk ini diprediksikan akan cukup antusias. Secara khusus preferensi mahasiswa terhadap makanan cepat saji dan ringan lebih tinggi daripada makanan berat. Mengingat waktu efektif kerja mereka cukup padat sehingga mereka lebih senang untuk makan makanan yang tidak merepotkan, cepat saji, memiliki rasa yang unik, dan mudah untuk dijangkau. Mahasiswa juga biasanya membeli makanan kudapan ketika bersantai sepulang kuliah.

2.2. Tinjauan tentang Pasar Sasaran
Adapun target pasar yang akan dimasuki adalah sebagai berikut :
Manfaat                : rasa (enak dan unik), manfaat bagi kesehatan, makanan kudapan
Demografi                        : Mahasiswa dan masyarakat 19-45 tahun.
Perilaku                : Orang yang suka gorengan
Psikologi               :  makanan khas Indonesia, makanan gorengan rendah  kolesterol, mencari makanan yang cepat saji dan mudah dijangkau.                                                       
Produk pilihan     :  gorengan dan variasi bumbunya




2.3. Luas dan Potensi Pemasaran
       Luas Pasar
Ukuran pasar diukur dari total volume dan atau nilai dari semua penjualan di dalam pasar. Mengetahui ukuran pasar adalah langkah pertama dalam mengukur pangsa pasar dan mengidentifikasi pesaing.
Untuk tahap perkenalan produk, harga produk satuan Rp2.000. Diperkirakan jumlah produk gorengan yang dijual dalam satu hari adalah 200 buah ( Total gorengan) . Untuk tahap perkenalan hanya dibuka 1 outlet. Jadi ukuran pasarnya adalah :
200 X Rp2000 = Rp400.000/hari.

2.4. Tinjauan tentang Kinerja Pemasaran yang lalu dan Persaingan
Analisis Persaingan
Dalam usaha gorengan berbumbu ini perlu diperhatikan bagaimana kondisi persaingannya di pasar. Adapun dalam analisis persaingan ini yang perlu diperhatikan adalah siapa yang menjadi pesaing utamanya. Jika melihat permintaan dan penawaran akan makanan berupa gorengan ini, dapat dilihat bahwa cukup banyak diminati oleh masyarakat sehingga banyak juga yang menjual gorengan secara eceran. Selain itu penjual eceran ini juga menawarkan harga yang murah, jumlah yang banyak, dan lokasi penjualan yang mudah dijangkau oleh konsumen. Dengan melihat kondisi ini maka yang menjadi pesaing utamanya adalah penjual eceran, karena banyak di temukan dimana-mana ( menjamur ). Berikut ini adalah matriks analisis persaingannya.

Tabel 1. Matriks Analisis Persaingan
No
Faktor
Perusahaan Evolution Group
Pesaing (mal)

1
Produk
+
-
2
Penetrasi pasar
=
=
3
Reputasi
=
=
4
Ongkos produksi
=
=
5
Harga
=
=
6
Marjin keuntungan
+
=
7
Fasilitas
+
-
8
Tenaga kerja
=
=
9
Manajemen
+
-
10
Teknologi
=
=
11
Kekuatan keuangan
+
-
12
Sumber material
+
+
13
Distribusi
-
-
14
Kemampuan promosi
+
+
15
Jaminan produk
+
-
16
Pendekatan penjualan
=
=
17
Trend pertumbuhan
=
=

Keterangan:
beri tanda :
+ (lebih baik)
= (sama dgn)
- (lebih  buruk)


2.5. Strategi dan Program Pemasaran
Strategi Pemasaran
Lima elemen yang saling terkait dalam strategi pemasaran adalah sebagai berikut ini.
1.   Penelitian Pasar
                Penelitian pasar dimulai dengan melakukan segmentasi pasar dan kemudian memilih pasar sasaran yang paling memungkinkan untuk dilayani secara khusus adalah konsumen yang menyukai gorengan yang berbumbu dan memiliki selera yang bervariasi.

2.   Perencanaan produk
                Produk spesifik yang ingin dijual adalah gorengan dengan berbagai jenis bumbu, untuk gorengannya itu sendiri disajikan dalam ukuran sedang, memiliki dua  rasa dan berbagai jenis. Sedangkan untuk bumbunya disajikan dengan variasi rasa dan bentuk, ada yang manis, asin dan pedas. Begitu juga dengan bentuknya ada yang berupa bubuk, pasta, cair.
3.   Penetapan harga
                Untuk penetapan harganya disesuaikan dengan ongkos produksi dan keunggulan dari produk yang dimiliki serta disesuaikan juga dengan daya beli konsumen yang potensial.
4.   Sistem distribusi
                Produk dipasarkan melalui outlet yang dimiliki yang berkedudukan di daerah pasar baru yang merupakan daerah strategis.
5.   Komunikasi pemasaran (promosi)
promosi yang dilakukan meliputi pamfleat, leaflet , personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public relations untuk memasarkan produk gorengan ( Comal comel ) agar konsumen bisa lebih mengenal akan produk ini.

Bauran Pemasaran
(a)            Produk
Produk yang dijual adalah gorengan dengan berbagai variasi bumbu.
·                Karakteristik Produk
          Adapun gorengan yang dijual terdiri dari dua jenis rasa yaitu, manis dan asin, yang manis mulai dari pisang, ubi, misro, molen kacang ijo, berbagai molen isi buah, sedangkan jenis gorengan yang memiliki rasa asin, seperti tahu, tempe, combro, ubi, bakwan, singkong, perkedel jagung, risol, berbagai macam tempura. Gorengan-gorengan ini disajikan berbagai macam variasi bumbu baik manis, pedas maupun asin sesuai dengan selera konsumen.
          Variasi bumbunya, antara lain, bumbu rujak, caramel, mayonise, fruit pasta, keju bubuk, pasta keju, baberque, cabe bubuk, pasta cokelat.
          Produk gorengan di masak dengan minyak non-kolesterol dan untuk bumbunya disajikan tanpa menggunakan bahan pengawet.
·                Keistimewaan / Keunikan Produk
Produk gorengan ini pada dasarnya sudah banyak di pasaran tetapi memiliki keunikan tersendiri yaitu menyajikan berbagai jenis gorengan dengan bebagai variasi rasa bumbu. Jadi keunikan yang ditawarkan adalah variasi rasa bumbu seperti bumbu rujak, caramel, mayonise, fruit pasta, keju bubuk, pasta keju, baberque, cabe bubuk, pasta cokelat. Disamping itu keistimewaan lainnya adalah diproses dengan minyak non-kolesterol dan untuk bumbunya disajikan tanpa menggunakan bahan pengawet dan memiliki variasi rasa bumbu yang unik jika sudah disatukan dengan gorengannya
Secara garis besar gambaran produknya adalah sebagai berikut :
Jenis Produk              : gorengan berbumbu
Ketahanan Produk    : 1 hari
Target Segmen          : wanita dan pria yang berusia 19 – 45 tahun
Penyajian                   : gorengan disajikan di etalase-etalase dan untuk bumbu
                                     di sajikan di dalam mangkuk yang sudah ditakar.

(b)   Harga
     Harga sering merupakan elemen yang paling fleksibel di antara keempat elemen bauran pemasaran. Untuk penetapan harganya disesuaikan dengan ongkos produksi dan keunggulan dari produk yang dimiliki serta disesuaikan juga dengan daya beli konsumen yang potensial. Untuk range harganya adalah antara Rp2.000 – Rp2.500 dimana harga ini disesuaikan dengan jenis bumbu yang dipilih. Harga yang ditawarkan ini relatif murah karena ukuran gorengannya sedang dan memiliki nilai lebih yaitu disajikan dengan berbagai jenis rasa bumbu yang unik. Dengan harga yang ditawarkan kepada konsumen, konsumen tidak akan kecewa karena produk gorengan bumbu ( Comal Comel ) ini selain memiliki rasa yang enak dan unik juga merupakan makanan yang sehat dan higienis.



(c)   Saluran Distribusi
Produk dipasarkan melalui satu outlet yang berkedudukan dekat dengan lingkungan kampus dan kos mahasiswa.
Saluran distribusinya adalah langsung ke konsumen tanpa melalaui perantara karena produk gorengan ini langsung dijual di outlet yang berada di Pasar Baru.
Untuk tahap awal hanya didirikan 1 outlet sebagai langkah awal untuk bisa melihat perkembangan permintaan pasar, konsumen, dan berbagai aspek pasar lainnya.

(d)Promosi
Untuk promosi yang dilakukan meliputi pamfleat, leaflet , personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public relations.
    Sedangkan strategi promosi yang dilakukan adalah dengan menawarkan variasi rasa bumbu yang unik sehingga menimbulkan ketertarikan konsumen untuk membeli dan bahkan menjadi pelanggan tetap dan diharapkan mendapatkan pelanggan baru lagi. Produk gorengan berbumbu ini tidak disajikan dalam bentuk kemasan tetapi memiliki nama / brand sendiri yaitu Comal_comel karena brand ini dapat mewakili keunikan produk itu sendiri yaitu mengkonsumsi gorengan dengan berbagi variasi rasa bumbu dengan cara di colek.

 







BAB III

ASPEK PRODUKSI

                  

3.1. Uraian Komoditi / Produk
Produk utama yang diusahakan adalah gorengan dan beberapa bumbunya. Sedangkan untuk beberapa bumbu yang lainnya diperoleh langsung dari vendor bumbu. Gorengan yang dijual terdiri dari dua jenis rasa yaitu, manis dan asin, yang manis berisi pisang, ubi, misro, molen kacang ijo, berbagai molen isi buah, sedangkan isi gorengan yang memiliki rasa asin adalah tahu, tempe, combro, ubi, bakwan, singkong, perkedel jagung, risol, berbagai macam tempura. Gorengan-gorengan ini disajikan dengan berbagai macam variasi bumbu baik manis, pedas maupun asin sesuai dengan selera konsumen.
          Variasi bumbunya, antara lain, bumbu rujak, caramel, mayonise, fruit pasta, keju bubuk, pasta keju, baberque, cabe bubuk, pasta cokelat.
          Produk gorengan di masak dengan minyak non-kolesterol dan untuk bumbunya disajikan tanpa menggunakan bahan pengawet.
          Gorengan yang dijual berukuran sedang, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Untuk bumbunya disajikan dalam mangkuk kecil yang sudah ditakar dengan maksud bumbu yang disajikan tidak berlebihan/bersisa.

Manfaat Produk
1.     Sebagai makanan kudapan,
2.                    Sebagai makanan ringan yang sehat dan bergizi karena diproses dengan minyak non-kolesterol dan tanpa bahan pengawet,
3.     Sebagai makanan yang cepat saji
4.     Melestarikan makanan khas daerah Indonesia


Analisis Kompetitif Produk
1.            Produk gorengan ini memiliki ukuran yang sedang yaitu tidak terlalu
         kecil dan tidak terlalu besar dengan harga yang relatif terjangkau.
2.            Menggunakan minyak yang rendah kolesterol untuk menggoreng
3.            Menawarkan sesuatu yang berbeda yaitu variasi bumbu sebagai teman
         makan gorengan tersebut.

3.2. Kondisi Lokasi Proyek
          Lokasi proyek yang dipilih adalah wilayah Pasar Baru yang merupakan daerah yang dekat dengan kampus unand dan juga dekat dengan tempat kos mahasiswa. Karena pasar sasarannya adalah mahasiswa sehingga wilayah ini menjadi wilayah yang strategis untuk melakukan usaha makanan. Sebagian besar para mahasiswa memilih untuk memakai waktu senggang untuk berjalan-jalan ke tempat-tempat yang menyediakan cemilan yang dekat dengan tempat kosan mereka yaitu Pasar Baru sehingga membuka satu outlet di daerah ini menjadi satu upaya strategis untuk memasarkan usaha makanan gorengan berbumbu ini.

3.3 Pemilihan Komoditas dan Lokasi Produksi

-          Penggunaan dan Sumber Bahan Baku
Produk yang akan dijual adalah jenis gorengan berbumbu. Gorengan ini terdiri dari dua jenis rasa yaitu, manis dan asin, yang manis mulai dari pisang, ubi, misro, molen kacang ijo, berbagai molen isi buah, sedangkan jenis gorengan yang memiliki rasa asin, seperti tahu, tempe, combro, ubi, bakwan, singkong, perkedel jagung, risol, berbagai macam tempura. Gorengan-gorengan ini disajikan berbagai macam variasi bumbu baik manis, pedas maupun asin sesuai dengan selera konsumen.

-          Proses Produksi dan Peralatan yang Digunakan
Dalam pembuatan gorengan berbumbu ini tidaklah terlalu sulit dan menggunakan peralatan masak yang sederhana. Sedangkan untuk bumbu gorengannya ada yang disediakan sendiri dan ada juga yang didapatkan dari vendor bumbu.
Untuk cara pembuatan makanan gorengannya adalah dengan menyediakan bahan baku utama yang diperlukan seperti pisang, ubi, kacang hijau,  buah-buahan,tahu, tempe, singkong, jagung, udang, wortel. Kemudian mempersiapkan bahan baku untuk adonan  seperti tepung, gula, garam, telur, bawang, cabai.  Selanjutnya bahan baku utama dicampur dengan bahan untuk adonan diaduk sampai tercampur merata lalu bahan yang sudah tercampur tersebut digoreng dengan menggunakan minyak goreng yang rendak lemak, dengan panas api yang konstan kemudian gorengan ditiriskan dan dapat disajikan. Gorengan yang disajikan selalu dalam keadaan panas.

-                      Bahan Baku dan Bahan Pembantu
Untuk jumlah bahan baku disesuaikan dengan jumlah peningkatan gorengan  per tahunnya. Hal ini dilakukan karena setiap gorengan dipasangkan dengan tepat satu bumbu yang disajikan dalam satu mangkuk yang sudah ditakar.

3.4 Skala Usaha Pembuatan
Perusahaan Evolution Group bergerak dalam bidang usaha makanan olahan yang berskala kecil. Hal ini dapat dilihat dari ukuran pasarnya dan produktivitasnya yang masih kecil.















3.5 Perencanaan Proses Produk

Gambar 1.
Bagan alur proses produksi gorengan



 

























Gambar 2.
Bagan alur proses produksi bumbu gorengan




Bahan Baku
Bahan utama         :
Bumbu rujak, caramel, mayonise, fruit pasta (strawbery, blueberry, nanas, mangga, melon)
 keju bubuk, pasta keju, baberque, cabe bubuk, pasta cokelat.
( beberapa bumbu dibuat sendiri dan sisanya diperoleh dari  vendor-vendor bumbu )
 


 





















BAB IV

BAB IV

ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI






BAB IV
ASPEK MANAJEMEN

Evolution Group merupakan perusahaan berbentuk firma, yaitu bentuk perkumpulan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama. Segala kebijakan mengenai kelangsungan hidup perusahaan ditentukan oleh rapat anggota firma. Begitu pula dalam menentukan usaha yang dilaksanakan oleh perusahaan ini. Perusahaan kami bergerak dalam bidang usaha makanan olahan, yaitu “Usaha Gorengan Berbumbu Comal-Comel”.

4.1. Sistem Manajemen dan Struktur Organisasi Proyek
Dalam pelaksanaan usaha, perusahaan Evolution Group melakukan pengklasifikasian tugas-tugas dan pendelegasian wewenang di antara personal/karyawan perusahaan maupun dengan pemilik perusahaan (pemilik perusahaan juga terlibat langsung dalam kegiatan operasional dengan kata lain pemilik juga merupakan pemimpin perusahaan) . Sistem organisasi yang digunakan dalam perusahaan kami adalah koodinasi.  Uraian tugas dan pendelegasian wewenang dalam struktur organisasi Evolution Group, antara lain:

v  Ketua ,bertanggung jawab untuk memberikan pengarahan kepada anggota, memeriksa hasil kerja dari setiap anggota

v  Bagian Administrasi, bertanggung jawab mencatat transaksi dan dokumentasi, serta melakukan analisis keuangan dengan masa kerja 30 hari.
Administratur
o   Menyusun standar fisik, pedoman kerja serta melakukan penelitian dan percobaan di bidang produksi, sarana dan prasarana, dan menyususn Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
o   Bekerja sama dengan bagian pemasaran dalam hal pelaksanaan penjualan dan promosi;
o   Mengadakan penilaian terhadap sarana, proses dan hasil produksi
o   Mengikuti perkembangan penjualan hasil produksi dan mengatur hubungan baik dengan vendor atau pemasok serta membuat kebijakan di bidang administrasi.
v  Bagian Keuangan, bertanggung jawab melakukan analisis keuangan dan pengaturan keuangan dengan masa kerja 30 hari.
o   Menyelenggarakan sistem administrasi dalam bidang keuangan, SDM, produksi, operasional perusahaan, dan hubungan dengan vendor;
o   Mengkoordinir pelaksanaan dan pengalokasian dana/anggaran;
o   Mengkoordinir pengolahan data dan informasi dalam penyusunan Laporan manajemen atau laporan keuangan lainnya dengan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan;
o   Memeriksa laporan posisi keuangan baik harian maupun bulanan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan.

v  Bagian Produksi, bertanggung jawab atas kelancaran proses produksi serta koordinasi karyawan dengan masa kerja 30 hari.
o   Menyusun kebutuhan tenaga kerja, bahan baku dan sarana prosuksi dalam rangka pelaksanaan rencana kerja harian;
o   Mengawasi, mengendalikan, dan mengevaluasi pelaksanaan kerja, bahan baku, produksi dan sarana lainnya;
o   Meneliti dan mengevaluasi hasil produksi dan hasil kerja;
o   Memberikan bimbingan dan petunjuk teknis mengenai proses produksi, pemeliharaan alat dan mesin, saluran air, instalasi listrik dan telekomunikasi;
o   Mampu menangani segala keluhan pelanggan.

v  Bagian Pemasaran, bertanggung jawab dalam kelancaran distribusi produk, perluasan pasar, dan promosi, dengan masa kerja 30 hari.

v  Juru masak, bertanggung jawab atas kualitas makanan (Higienis, kesehatan dan rasa ), dengan masa kerja 30 hari.

v  Pramusaji, bertanggung jawab atas menjaga kualitas pelayanan kepada konsumen dan dapat memenuhi segala kebutuhan konsumen, dengan masa kerja 30 hari.

Gambar 3.
Susunan organisasi Perusahaan Evolution Group



 










4.2. Kebutuhan dan kualifikasi Tenaga Kerja
Dalam pelaksanaannya Evolution Group membutuhkan 7 orang SDM, yang terdiri dari 5 orang pemilik perusahaan yang juga terlibat dalam kegiatan operasional  dan 2 orang karyawan (yaitu 1 juru masak dan 1 pramusaji).

4.3. Program Peningkatan Kualitas Sumber daya Manusia
    Peningkatan kualitas sumberdaya manusia dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan metode pelatihan (taining) dan metode pendidikan ( education method). Pengembangan atau peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara terencana dan berkesinambungan.
Program peningkatan sumberdaya manusia hendakanya disusun secara cermat dan didasarkan kepada metode-metode ilmiah serta berpedoman pada keterampilan yang dibutuhkan perusahaan saat ini maupun masa yang akan datang.






























BAB V

ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN


5.1. Rencana Jumlah Biaya Proyek
    5.1.1. Total Biaya Investasi
              Biaya investasi
·           Mesin/ Peralatan
Mesin dan peralatan yang digunakan terdiri dari kompor, gas, alat masak, peralatan makan, meja dan kursi, refrigator, dan lain-lain. Jumlah biaya yang dikeluarkan seluruhnya untuk investasi pada mesin dan peralatan berjumlah Rp17.050.000, untuk rincian biayanya dapat dilihat di bawah ini ;

Tabel 2. Biaya Investasi
Peralatan
Merk
Jumlah unit
Harga
Total
1. Kompor
Maspion
1
Rp 250.000
Rp 250.000
2. Gas

2 ( 12 kg)
Rp 250.000
Rp 500.000
3. Alat masak



Rp 2.000.000
4. Alat makan



Rp 2.500.000
5. Meja dan kursi



Rp 6.750.000
6. Refrigerator

1
Rp 3.500.000
Rp 3.500.000
7. Lain-lain



Rp1.550.000
Total Pembelian peralatan
Rp17.050.000





5.1.2. Total Biaya Modal Kerja
      Bahan Baku dan Bahan Pembantu
Untuk pembelian bahan baku dan bahan pembantu dalam periode satu bulan, dikeluarkan sebesar Rp4.800.000 dengan angka jumlah produksi gorengan selama 1 bulan sebanyak 6.000 buah dengan harga Rp800 per buah dan biaya bahan baku bumbu seharga Rp1000 per porsi (takaran yang diberikan untuk melengkapi setiap 1 gorengan). Rincian dapat dilihat di bawah ini ;

Tabel 3. Biaya Modal Kerja per Bulan
Nama Bahan Baku
Jumlah
Harga/Unit

Total Harga
1. Gorengan
6.000 buah
Rp. 800
Rp. 4.800.000
2.   Bumbu
a.                   Pasta
b.                  Bubuk


150 liter
60 kg

Rp. 1000


Rp.150.000
Rp.  60.000
Total pembelian Bahan baku per bulan
Rp. 5.010.000


·           Biaya Umum Usaha / Pabrik
Biaya umum yang dikeluarkan per bulan untuk menunjang kegiatan produksi, antara lain untuk biaya listrik, air, telepon, penyusutan peralatan, pajak usaha, dan bangunan yaitu sebesar Rp. 1.150.000. rincian dapat dilihat di bawah ini :









Tabel 4. Biaya Umum per Bulan
Jenis biaya umum usaha
Jumlah biaya /bulan
1. Rekening listrik, air, telepon
Rp. 300.000
2. Penyusutan peralatan
Rp. 100.000
3. Bangunan (Untuk usaha)
Rp. 750.000
Total Biaya umum usaha per bulan
Rp.1.150.000

·                Gaji Karyawan
          Gaji karyawan yang akan di bayarkan adalah sebesar Rp. 1.800.000 per bulan. Rinciannya dapat dilihat di bawah ini :

Tabel 5. Gaji Karyawan
Keterangan
Jumlah
Gaji per bulan
Juru Masak
1 orang
Rp.1000.000
Pramusaji
1 orang
Rp. 800.000
Jumlah
Rp. 1.800.000

Berdasarkan data-data di atas total investasi awal yang kami butuhkan adalah
Biaya investasi + Modal Kerja + Biaya umum + Gaji karyawan
Rp. 17.050.000 + Rp. 5.010.000 + Rp.  1.150.000 + Rp. 1.800.000 = Rp. 25.010.000

5.1.3.   Perkiraan Keuntungan untuk Setiap Bulannya
ü  Biaya Produksi per bulan
-          Biaya produksi gorengan per bulan                       Rp. 5.010.000
-          Biaya umum per bulan                                             Rp. 1.150.000
-          Gaji Karyawan                                                           Rp. 1.800.000
-          Total Biaya Produksi                                             RP. 7.960.000


ü  Perkiraan penjualan dan keuntungan
A.      Penjualan per bulan
-          Jumlah produksi per hari  x  30  x harga jual
200 unit  x  30  x  Rp. 2000  = Rp. 12.000.000
B.      Keuntungan per bulan
-          Total penjualan per bulan  -  Total Biaya Produksi
Rp. 12.000.000  -  Rp. 7.960.000  =    Rp. 4.040.000

ü  Pengembalian Modal Usaha
Dengan keuntungan Rp. 4.040.000 per bulan kami akan menyisihkan 15% dari keuntungan sebagai pengembalian modal.
15%  x  Rp. 4.040.000  = Rp. 606.000
Jadi tiap bulannya kami akan menyisihkan kurang lebih Rp.606.000 untuk pengembalian modal.

ü  Jangka waktu pengembalian modal adalah
-           Investasi awal / 15% dari keuntungan
-          Rp. 25.010.000 / Rp. 606.000 = 41 bulan

5.3. Analisis dan Evaluasi Keuangan (Analisis Finansial)
5.3.1. Dasar dan Asumsi Evaluasi Keuangan
Evaluasi keuangan selalu dilakukan setiap satu bulan sekali pada akhir bulan. Ini dilakukan untuk meminimalisir atau bahkan mengatisipasi kerugian atau kesalahan yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Untuk evaluasi keuangan secara keseluruhan dilakukan setiap setahun sekali atau akhir tahun yang merupakan akhir tiap periode.






PENUTUP


Demikianlah proposal ini kami ajukan, semoga mendapatkan sambutan yang positif.  Dan dapat menjadi bahan pertimbangan serta dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak- pihak yang bersangkutan.
Tiada lain harapan kami adalah bersama-sama  membangkitkan dunia usaha nasional Indonesia menjadi industri yang mandiri dan dapat memberi kontribusi  baik kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.













                                                                                           Padang, 11 Mei 2011



                                                                                              Evolution Group